Tuesday, April 7, 2015

Situs Warisan Dunia UNESCO Ada di Indonesia



Indonesia punya banyak destinasi alam dan sejarah. Beberapa di antaranya telah didaulat UNESCO sebagai Situs Warisan Dunia (World Heritage Site). Dari Borobudur sampai Taman Nasional Ujung Kulon, berikut daftarnya!

United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) telah mendaulat beberapa destinasi di Indonesia sebagai World Heritage Site mulai tahun 1991. Di Indonesia, World Heritage Site terbagi jadi 2 jenis yakni Cultural dan Natural.

Mengutip situs UNESCO, Berikut 8 Situs Warisan Dunia yang terdapat di Indonesia. Berikut daftar bagian pertama, yakni 4 Cultural World Heritage List:


1. Candi Borobudur, Jawa Tengah

Candi Borobudur yang terletak di Magelang, Jawa Tengah, menyandang Situs Warisan Dunia UNESCO pada tahun 1991. Borobudur merupakan candi Buddha terbesar di dunia, dibangun abad ke-9 sampai abad ke-9 Masehi.

Tak sampai di situ, candi yang berada di Magelang, Jawa Tengah ini memiliki 504 patung Buddha, 72 stupa terawang dan 1 stupa induk. Pahatan 2.672 panel relief di dinding candinya, jika dibentangkan bisa sepanjang 6 km.

Candi Borobudur pun menjadi destinasi wisata populer bagi selebriti dunia. Dari atlet tenis cantik Maria Sharapova, sampai aktor Hollywood Richard Gere memuji keindahan Candi Borobudur.


2. Subak, Bali

Subak adalah sistem irigasi yang mengadaptasi konsep Tri Hita Kirana. Konsep tersebut mencakup keharmonisan manusia terhadap tiga hal: Tuhan, alam, dan sesama manusia. UNESCO pun mendaulatnya sebagai Cultural World Heritage Site pada 2012 lalu.

Tradisi Subak dapat dilihat wisatawan di 5 kabupaten di Bali. Salah satu lokasi paling terkenal adalah Jatiluwih, Kabupaten Tabanan. Dengan luas lebih dari 400 hektar, tempat ini menawarkan pemandangan sawah yang serba hijau. 

Sistem subak juga mengajak para petani untuk lebih dekat kepada Sang Pencipta. Hal ini dapat Anda lihat dari Pura Uluncarik atau Pura Bedugul yang khusus dibangun oleh para petani. Pura tersebut berada di sekitar persawahan sebagai tempat pemujaan untuk Dewi Sri atau simbol kesuburan.


3. Candi Prambanan, DI Yogyakarta

Masuk dalam wilayah DI Yogyakarta, Prambanan merupakan candi Hindu yang dibangun abad ke-10 Masehi. Ini adalah candi terbesar di Indonesia yang dibuat untuk persembahan Dewa Siwa. Tiga candi didekorasi dengan relief Ramayana, masing-masing untuk Dewa Siwa, Wisnu, dan Brahma. Sementara 3 candi lainnya dibuat untuk hewan yang menjaga dewa-dewa tersebut.

Candi Prambanan didaulat UNESCO sebagai Cultural World Heritage Site pada 1991. Salah satu waktu terbaik menikmati Candi Prambanan adalah menjelang matahari terbenam.


4. Situs Purbakala Sangiran, Jawa Timur

Sangiran merupakan situs purbakala yang termasuk dalam dua kabupaten di Jawa Tengah yaitu Sragen dan Karanganyar. Situs purbakala ini telah masuk dalam daftar Situs Warisan Dunia UNESCO sejak 1996.

Sangiran adalah salah satu situs manusia purba yang paling lengkap di dunia. Situs arkeologi ini memiliki luas sebesar 56 kilometer persegi lengkap dengan museum berisi 13.809 koleksi fosil manusia purba.

Puluhan ribu koleksi tersebut berasal dari zaman Pliosen hingga akhir Pliosen Tengah. Selain manusia purba terdapat pula fosil hewan, tumbuhan, dan peralatan zaman batu.


5. Taman Nasional Komodo, NTT

Taman Nasional Komodo merupakan wilayah kepulauan vulkanis yang merupakan satu-satunya habitat komodo. Hewan berjuluk 'Si Naga Purba' itu menempati beberapa pulau antara lain Komodo dan Rinca. Total, ada sekitar 5.700 komodo yang tinggal di Taman Nasional Ini.

Taman Nasional Komodo didaulat UNESCO sebagai Natural World Heritage Site pada 1991. Tak hanya komodo, panorama savana dan perairan di kawasan ini juga menarik minat wisatawan. Ada Pantai Pink yang punya pasir berwarna merah muda, dengan perairan biru jernih nan menawan.


6. Taman Nasional Lorentz, Papua

Lorentz yang terletak di Papua merupakan Taman Nasional terbesar se-Asia Tenggara. Taman nasional ini memiliki luas 2,4 juta hektar, dan masuk dalam Situs Warisan Dunia UNESCO pada 1999. Inilah taman nasional dengan perwakilan ekosistem terlengkap di Asia Tenggara dan Pasifik.

Bayangkan saja, Taman Nasional ini mencakup berbagai lanskap dari puncak bersalju sampai perairan dalam. Area paling menantang dari taman nasional ini adalah Puncak Carstenz di Pegunungan Sudirman. Ini adalah salah satu puncak favorit yang sering didaki selain Puncak Jaya, dan Puncak Trikora.


7. Hutan Hujan Tropis, Sumatera

Kawasan Hutan Hujan Tropis (Tropical Rainforest Heritage) di Sumatera mencakup 3 Taman Nasional sekaligus: Gunung Leuser (Aceh), Kerinci Seblat (Jambi), dan Bukit Barisan Selatan (Lampung, Bengkulu, Sumatera Selatan).



Hutan Hujan Tropis ini menjadi rumah bagi 10.000 spesies tanaman dengan 17 spesies endemik, lebih dari 200 spesies mamalia, dan lebih dari 580 spesies burung yang 21 di antaranya adalah endemik. Kawasan ini masuk dalam Situs Warisan Dunia UNESCO pada 2004, namun kini menyandang status bahaya karena perburuan dan penebangan liar.

8. Taman Nasional Ujung Kulon, Banten

Taman Nasional Ujung Kulon di Provinsi Banten menyandang Natural World Heritage Site UNESCO pada 1991. Taman Nasional ini juga mencakup Pulau Krakatau selain tentunya daratan di Pulau Jawa.

Taman Nasional Ujung Kulon menjadi habitat banyak spesies endemik seperti Banteng Jawa, juga Elang Jawa dan tentunya Badak. Taman Nasional Ujung Kulon dapat ditempuh 5 jam dari Jakarta. Anda juga bisa menyambangi Pulau Peucang nan cantik dengan perjalanan speedboat selama 3 jam dari Kecamatan Sumur.



1 comment: