Wednesday, May 27, 2015

Dubai, Pesona Kota Petrodollar




Banyak yang Bilang  Dubai adalah kota yang membosankan. Hampir segalanya ada di kota petrodollar tersebut, tetapi tak ada yang natural, kecuali gurun pasir dan udara panas. Sisanya adalah benda-benda buatan manusia, artifisial.


Metro Dubai menjadi pilihan transportasi massal yang sangat diandalkan warga kota itu. Saat ini sudah ada dua jalur metro di Dubai, yakni Jalur Merah dan Jalur Hijau sepanjang total 75 kilometer (km) dengan 56 stasiun. Kabarnya, otoritas setempat akan membangun tiga jalur metro lagi.

Dubai Metro yang dioperasikan Road and Transportation Authority (RTA) Dubai sejak 2005 beroperasi hingga pukul 00.00 setiap hari kerja, dan hingga pukul 01.00 setiap akhir pekan atau hari libur.




Seluruh kereta Metro Dubai dioperasikan otomatis tanpa masinis. Penjelasan perjalanan otomatis terdengar dalam bahasa Arab dan Inggris, menegaskan status Dubai sebagai kota internasional saat ini.

Satu rangkaian kereta berisi lima gerbong yang mampu mengangkut total penumpang 643 orang, baik duduk maupun berdiri. Menurut laman resmi Metro Dubai, ada total 51 rangkaian kereta dengan frekuensi kedatangan setiap 7 menit. Pada jam sibuk, interval waktu kedatangan ini menjadi 3-4 menit.

Tarif kereta dibedakan berdasarkan jarak tempuh, yang dibagi dalam enam zona, yakni zona 1 sampai 5. Tarif termahal di zona 5, berkisar 6,5-13 AED, sesuai jenis kartu tiket.

Ada empat jenis kartu tiket yang dibedakan dengan warga, yakni kartu merah untuk penumpang biasa, biru untuk siswa sekolah dan warga usia lanjut, lalu kartu perak dan emas untuk mereka yang mau membayar lebih.



Kartu emas dihargai 20 AED, yang bisa menyimpan ”pulsa” senilai 500 AED dengan masa berlaku sampai lima tahun dan pemegangnya berhak duduk di gerbong kelas emas.

Jembatan dan menara


Sampai di Burj Khalifa MS, tak sabar rasanya untuk segera melihat Burj Khalifa dari dekat. Dari stasiun menuju gedung setinggi 828 meter itu, kita harus menyeberangi jembatan penghubung dengan Mal Dubai yang panjangnya juga 828 meter.

Meski demikian, jarak hampir 1 km itu tak terasa lelah dilalui karena terdapat 10 travelator yang masing-masing panjangnya 70-120 meter dengan lebar 1,4 meter.


Jembatan itu juga tertutup dinding kaca bening dan dilengkapi pendingin udara. Walaupun di bagian luar jembatan terpasang baja pelindung, pemandangan ke luar jelas terlihat, baik siang maupun malam.

Belum jauh meninggalkan pintu stasiun, Burj Khalifa sudah terlihat menjulang di depan mata. Selain itu, pemandangan Downtown Dubai—pusat kota Dubai—juga bisa dinikmati dari jembatan ini. Tak heran, banyak orang berfoto atau membuat video pemandangan itu dari dalam jembatan.

Sebelum masuk bangunan Mal Dubai, kembali terlihat kesiapan kota ini menyambut para wisatawan mancanegara. Terlihat kios-kios penukaran valuta asing, toko suvenir, dan agen wisata. Tak banyak memang, tetapi sangat membantu wisatawan yang tak perlu menghabiskan waktu memelototi denah mal.



Biaya masuk ke Burj Khalifa 164 AED atau hampir Rp 600.000 per orang untuk sekali masuk dengan durasi kunjungan 30 menit! Selain cukup mahal.

Air mancur kolosal

Mal of Dubai yang diklaim sebagai mal terbesar di dunia ini sambil menunggu pertunjukan air mancur menari kolosal The Dubai Fountain.

Tak salah disebut kolosal karena air mancur ini berderet sepanjang 275 meter. Semburan air mancurnya bisa mencapai ketinggian maksimum 152 meter atau lebih tinggi dari tugu Monas di Jakarta!


Pertunjukan akan melibatkan koreografi semburan air yang disesuaikan dengan irama musik dan permainan cahaya dari 6.600 lampu sorot dan 25 proyektor warna.

Jadi, tak heran pertunjukan air mancur menari ini senantiasa ditunggu-tunggu. Pertunjukannya dimulai pukul 18.00 dan diulang setiap 30 menit. Lama setiap ”repertoar” sekitar 5 menit.

Tak dipungut bayaran untuk menyaksikan air mancur kolosal ini. Danau dengan air mancurnya menjadi taman dan ruang terbuka publik.

Jika ingin mengelilingi danau, ada perahu wisata yang harga karcisnya 50 AED per orang. Jika tak ingin naik perahu, cukup duduk di salah satu dari sekian banyak restoran dan kafe di sekitar danau itu.



Di Mal Dubai saja ada berbagai tempat hiburan atau obyek wisata yang bisa dinikmati. Belum lagi restoran dan kafenya. Syaratnya hanya satu: bawa uang yang banyak! .Bayangkan saja, satu gelas jus jeruk di salah satu gerai penjual jus di selasar mal harganya 45 AED atau Rp 161.000! Selamat berjalan-jalan.

1 comment:

  1. Bolavita Agen Resmi Taruhan Online Indonesia.
    Kunjungi Website Kami BOLAVITA Sekarang Juga.

    Menyediakan Banyak Permainan Online Yang Sangat Disukai Dikalangan Player Di Indonesia. Diantaranya :
    - Sabung Ayam
    - Casino
    - Bolatangkas
    - Taruhan Bola / Sportsbook
    - Poker, Kiu-Kiu, Ceme
    - Tembak ikan
    - Slot Game
    - Togel online SGP / HK / KL

    Link: https://bolavita.siterubix.com

    ---

    Bonus Deposit 10% Setiap Hari ! *Untuk Sportsbook !

    Bonus Cashback s/d 10% setiap minggu !

    Bonus Rollingan Casino s/d 0.7% setiap minggu !

    Bonus Refferal 7% + 2% Seumur Hidup !

    Bonus Bagi" Hadiah Setiap Bulan Berupa Handphone, Speaker JBL, Headsheet , SmartWatch !

    Info Lebih Lanjut Hubungi Kontak CS Kami (Online 24jam)
    WA: +6281377055002
    BBM: BOLAVITA
    WeChat: BOLAVITA
    Line : cs_bolavita

    ReplyDelete